Macam- macam Teknik Dasar Manipulasi Massage
Macam-Macam Manupulasi
Teknik pemijatan yang dilakukan oleh gerak tangan dan
jari-jari pada Swedia System telah diciptakan sedemikian rupa sehingga dapat
memberikan tekanan dan rasa nyaman pada otot (tubuh). Gerakan tangan (grip)
dari manipulasi tersebut terdiri dari:
- Effleurage
(mengelus/mengurut)
- Petrisage
(memijat)
- Friction
(menggerus)
- Vibration
(menggetarkan)
- Shaking
(menggoncang)
- Skin
rolling (melipat kulit)
- Walken
(Menggeser)
- Tapotemant
(pukulan)
a. Effleurage
Teknik
melakukan effleurage sebagai berikut:
- Teknik
ini dikerjakan dengan seluruh permukaan tangan (telapak tangan dan ujung
jari)
- Dapat
dikerjakan dengan satu tangan atau dua tangan sekaligus
- Arah
gerakannya selalu menuju proximal (arah jantung)
- Dikerjakan
dengan tekanan (tangan+berat badan) dan berjalan dengan rithmis
- Diberikan
awal dan penutup ditiap-tiap bagian daerah yang di massage
Efek
dari teknik effleurage ini adalah:
- Tekanan
pelan dan dangkal diberikan untuk mengurangi rasa nyeri, geli dan sakit
pada otot.
- Tekanan
yang kuat dan dalam akan menambah lancarnya peredaran darah dan memberikan
rasa ke pasien.
- Dengan
system dorong ke arah jantung akan menambah lancar aliran darah ke
jantung.
- Efek
menghambat proses peredaran ini bila dikerjakan pada daerah proximal dari
tempat yang menderita cedera.
- Mempercepat
proses penyerapan bekas peradangan sel-sel yang telah rusak untuk dibuang
dan dibersihkan.
b. Petrisage
Cara
melakukan petrisage:
- Dikerjakan
pada jaringan yang gemuk dan berotot.
- Jaringan
yang akan dipijat dipegang sebanya-banyaknya antara jari-jari tangan dan
ibu jari.
- Jari-jari
tangan merapat, kecuali ibu jari terpisah, jari-jari tangan
berhadap-hadapan dengan ibu jari.
- Jaringan
diangkat dan kemudian ditekan tegak lurus pada tulang, jari-jari
dilepaskan, diangkat lagi dan ditekan lagi, dilakukan dengan rytmis.
Efek
dari petrisage adalah:
- Mentimulir
otot memberi rangsangan terhadap kulit.
- Melancarkan
peredaran darah pada otot.
- Mengaktifir
kelenjar-kelenjar dan hormon yang berguna dalam proses pengisian kekuatan
otot.
- Memperbaiki
metabolisme pertukaran zat.
- Memperbaiki
proses penyerapan dan pelenyapan H2O (zat asam arang).
c. Shaking
Cara
melakukan shaking:
- Gerakan
ini dapat dilakukan dengan dua tangan maupun satu tangan.
- Dengan
satu tangan, jari-jari merapat, ibu jari disesuaikan dengan lokasinya,
otot-otot dan jaringan kita buat lemas dan rileks. Arah gerakan memotong
otot. Dikerjakan pada otot-otot tungkai dan lengan atas.
- Dengan
dua tangan. Jari-jari tangan menyesuaikan pada keadaan pasien, letak kedua
telapak tanagn pada daerah otot yang mau digoncang. Dikerjakan pada
otot-otot paha depan dan betis belakang.
d. Tapotemant
Caranya
adalah:
- Dikerjakan
pada daerah yang luas. Pada pinggang dan tungkai atas dilakukan dengan pergelangan
tangan lemas (rileks). Rytme (irama) dapat diatur sesuai dengan perasaan
masseur (pemijat) untuk memerikan rangsangan, dikerjakan, melintang otot.
Efeknya
adalah:
- Menstimulus
otot untuk bekerja.
- Menstimulus
syaraf untuk kerja jantung, hal ini bila manipulasi dilakukan didaerah
punggung.
- Menstimulus
urat syaraf untuk mengeluarkan zat-zat penggait yang bekerja sesuai dengan
fungsinya.
- Jika
dikerjakan dengan ringan akan cepat mengeluarkan urat syaraf akan
menyebabkan rangsangan kontraksi lokal.
- Menaikkan
suhu badan guna melancarkan metabolisme.
- Pemompaan
jantung bila dilakukan didaerah thorox colis.
- Menstimulus
kulit untuk menambah aktivitas kelenjar keringat, beating untuk daerah
sacrum dan lumbal akan mempunyai efek yang baik untuk otot-otot dalam.
e. Friction
Caranya
adalah:
- Dilakukan
gerakan menggerus, dapat juga gerakan menggosok keras, bisa melingkar,
membuat arah gerakan seperti kabel telepon, dekerjakan pada tempat-tempat
disekitar sendi, tendon dan daerah yang sempit yang tidak mungkin dilakukan
dengan petrissage.
- Gerakkan
tangan dengan ibu jari, ujung-ujung ke 2 dan ke 3 jari dengan posisi jari
merapat, dapat dengan tapak tangan, bila perlu dengan siku.
- Bila
dosis-dosis dianggap kurang kuat, bisa dibantu dengan tekanan tangan
diikuti dengan berat badan.
Efek
dari friction adalah:
- Merangsang
bagian yang lebih dalam.
- Menghancurkan
mygelose atau kekerasan pada jaringan, melepas perlengketan antara
jaringan, sebeb hal tersebut dapat mengganggu kelancaran peredaran darah.
- Pada
gerakan friction dikombinasikan dengan shaking yang dilakukan kurang lebih
15 detik sangat berhasil untuk menghilangkan hal-hal yang pathologis pada
kekerasan otot.
f. Walken
Caranya
melakukan walken:
- Walken
mirip dengan effleurage, tetapi dilakukan pada seluruh permukaan tangan,
arahnya bisa ke jantung dan melintang.
- Dikerjakan
di daerah-daerah yang luas pada punggung ataupun pantat.
- Dikerjakan
sesudah effleurage, petrisage, dan friction, sebab untuk menyempurnakan
gosokan dan tekanan pada tempat-tempat yang belum terkena.
- Gerakan
kedua tangan menggeser pada kulit berganti ganti, apabila yang satu maju
maka tangan yang satunya mundur.
- Pada
daerah perut harus dilakukan searah dengan jalannya usus (keluarnya
makanan).
g. Vibration
Cara
melakukan vibration:
- Gerakan
ini dilakukan dengan cara menggetarkan ujung-ujung jari atau dengan tapak
tangan.
- Vibration
adalah manipulasi yang lebih halus dari pada shaking.
- Tekanan
dengan mengadakan station kontraksi pada otot lengan dan dipergunakan
vibrator (mesin getar) hasilnya lebih baik.
- Gerakan
ini dapat dilakukan sambil berjalan ataupun menetap pada tempat yang
diterapi.
Efeknya
adalah:
- Vibrasi
yang halus untuk mengurangi rasa nyeri pada fasia, sendir, perut dan
tempat lainnya.
- Mengurangi
spame karena saraf terangsang.
- Merangsang
pembuluh darah dan kelenjar untuk lebih aktif sesuai dengan fungsinya
masing-masing.
- Mengaktifkan
alat pencernaan dan alat dalam.
h. Skin Rolling
Caranya
adalah:
- Ambil
kulit sebanyak mungkin, angkat keatas dan jangan sampai lepas.
- Gerakannya
jalan dan dorong keatas dan jangan dilepas tapi dikurangi pegangan sewaktu
berjalan. Tempat skin rolling akan membekas merah seperti dikerok.
Efeknya
adalah:
- Melancarkan
peredaran darah pada lapisan kulit, lemak dan otot dipermukaan, warna
merah pada kulit ini tidak lain adalah capalin yang melebar penuh dengan
darah yang berjalan lancar. Akibatnya akan menghilangkan rasa tubuh yang
masuk angin.
- Menghilangkan
perlengketan kulit dengan jaringan-jaringan dibawahnya. Kerokan juga dapat
mereah seperti skin rolling tapi berbeda khasiatnya karena keroka
dilakukan dengan menggunakan benda keras yang dapat melukai kulit.
- Kerokan
dapat merusak capalin sehingga orang akan lebih mudah masuk angin.
i. Strocking
Caranya
adalah:
- Dikerjakan
dengan seluruh permukaan tangan untuk daerah yang luas (punggung, pantat,
dsb) dengan ibu jari atau ujung-ujung jari untuk daerah seperti dada
antara iga-iga.
- Tekanan
sedikit saja dan gerakan tidak tentu arahnya, kadang-kadang melintang,
kadang juga membujur dengan arah otot.
- Strocking
selaku dilakukan pada permulaan massage, sebelum effleurage dengan tujuan
meratakan minyak pada tubuh.
Efeknya
adalah:
- Selalu
dikerjakan dengan efek relaksasi (pelemasan).
- Karena
gerakannya tidak teratur, maka tak berpengaruh pada peredaran darah dan
efeknya paa otot.
Komentar
Posting Komentar